Translate

Jumat, 09 Februari 2018

Waktu, Rahasia Tuhan, Perkara Ghoib



_:):) Waktu :):)_
Assalamualaikum tanah kelahiran
Ujung hari yang hampir menenggelamkan matahari. Menandakan hari penyampaian manfaat yang terakhir di sepanjang hari ini telah tiba di waktu asry, tepat di waktu Ashar yang sudah mengumandangkan gema adzhan. Sebuah adzhan yang mengumpulkan semua jiwa yang tengah merindukan cinta sejatinya. Cinta yang mendamaikan dan membawa keabadian ketka telah bersamaNya.
Seusainya insan dan jiwa yang kesepian itu menemui cinta sejatinya, bergilirlah mereka menuju sebuah singgasana yang mana disana telah terduduk dengan tawaduknya seorang yang diutamakan disisiNya dan istimewa untuk semua kalangan jiwa beriman. Sang pembawa cahaya bagaikan mentari yang dengan sabar dan penuh semangat untuk membagikan secercah cahayanya untuk kebaikan seluruh kehidupan manusia. Sama dengan sebuah surya yang selalu menyinari seluruh permukaan bumi agar tetap berjalan kehidupan bumi sebagaimana sistem dan kodrat yang semestinya dan tidak punah, maka sang pembawa cahaya itu pun menebar seberkas sinar yang dimilikinya untuk menerangi jalan kehidupan umat manusia agar mereka tidak salah menempuh jalan pulang.
Di singgasana itulah seluruh jiwa beriman merapatkan barisannya untuk menerima secercah cahaya yang diberikan sang mentari yang menyapa pagi. Disitulah mentari itu menyampaikan dan menegaskan apa yang seharusnya tanaman itu dapatkan dan lakukan.  Sore itu begitu teduh dan membawa sebuah kedamaian. Cahaya kebenaran itu memancarkan sebuah nilai yang sangat berharga. Cahaya tentang kebenaran sang kala. Sang kala atau yang bahasa awamnya banyak dikenal dengan istilah waktu itulah yang disampaiakan cahaya itu.
Waktu, dalam alquran tak sedikit disebut oleh yang menurunkannya, pemilik alam semesta, Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan telah berfirman dengan banyak bersumpah atas apa yang menjadi perihal penting yang ditekankan untuk makhlukNya. Salah satunya adalah sumpah Tuhan terhadap waktu (DEMI MASA/WAL ASHR). Tuhan telah menyebut waktu, waktu dan waktu dengan kadar yang tiada sedikit. Kenapa demikian? Ada beberapa hal yang ingin ditekankan oleh sang pemilik alam semesta akan waktu yang kita kenal. Ia hendak menyampaikan, memeringatkan dan memberitahukan bahwasannya waktu yang telah Ia berikan untuk seluruh makhlukNya, terkhusus manusia adalah tiada sedikit. Waktu yang disediakan Tuhan sangat banyak dan tidak bisa kita pastikan secara riil tepatnya berapa. Batapa lama dan banyaknya waktu yang diberikan Tuhan selama sehari semalam yang mana disiangnya untuk beraktivitas dan dimalamnya untuk beristirahat. sehari semalan saja dalam perhitungan waktu kita bisa kita hitung bahwasannya dalam sehari semalam kita memiliki 86.400 detik. Coba saja berapa digit angka yang bisa kita tuliskan untuk menghitung waktu dalam sebulan, setahun atau bahkan seumur hidup kita. Itulah betapa banyaknya waktu yang diberikan Tuhan untuk kita berbuat sesuka kehendak kita namun harus tetap terjaga, maksudnya bertindak sebagaimana yang diharapkan oleh sang pemilik alam semesta yang telah menciptakan kita.
Alsan kedua mengapa Tuhan mengucapkan sumpah terhadap waktu adalah karena waktu itu banyak namun ia tidak juga banyak. Maksudya adalah betapa sedikitnya waktu yang kita miliki. Sebagai contah, dalam sehari semalam yang kita semua tahu bahwa kita memiliki 86.400 detik tersebut begitu cepat kita habiskan dan kita lewati hari demi hari. Tanpa terasa begitu lama kita melewati gelombang dan zona waktu yang tidak berwujud tersebut membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, sepuluh tahun yang lalu mungkin kita baru lahir dari rahim ibu dan tidak tahu apa-apa, namun sepuluh tahun yang akan datang kita menghadapi banyak problema kehidupan, entah itu problema untuk mengenyam pendidikan ataupun juga ada yang sudah mengarungi problema keluarga dn rumah tangga. Dalam digit angka 20 yang satuannya adalah tahun itu kita sudah menjadi generasi berkarya/generasi pelaku kehidupan yang beradap maupun tidak beradap(hal ini tergantung bagaimana kita memilih jalan hidup), bukan lagi generasi penerus yang wajib dilindungi dan dituntun oleh generasi sebelumnya. Pada saat digit menginjak 20-an itulah kita mnjadi pelaku yang mencetak dan membentuk nilai dan peradaban. Kita yang menjadi pelindung dan penuntun generasi berikutnya untuk meneruskan keberadababan/kebiadaban pada hari ini. Tak teasa betapa hebatnya dan kerasnya perjuangan dan karya-karya yang kita upayakan waktu menggiring kita melihat pertambahan menuju digit angka 30. Penambahan digit 30 itu mungkin tidak akan terlalu terasa karena kesibukan kita dengan karya-karya yang kita upayakan, namun setelah digit angka total 50-an barulah kita menyadari kita menjadi geerasi yang tergantikan. Tanpa terasa dunia telah berubah dan kita pun telah menghabiskan banyak waktu tanpa kita merasakan betapa lamanya. Dalam hal ini Tuhan ingin memberitahukan bahwasannya waktu yang sangat banyak yang telah disediakannya untuk makhlukNya itu banyak namun sedikit/ada masa kedaluwarsanya/ada batasnya/ada habisnya. Karenanya waktu adalah sesuatu yang berharga dan ghoib.
Alasan berikutnya adalah Tuhan bersumpah terhadap waktu karena Ia ingin menegaskan bahwasannya waktu itu tidak pernah berhenti dan terus berjalan tanpa ada batasnya. Dalam hal ini waktu bagaikan air yang mengalir dalam parit tanpa ada ujungnya. Waktu terus berjalan. Ia berjalan kedepan bukan mundur kebelakang. Waktu juga tidak memiliki rem yang bisa membuatnya berhenti. Waktu berkelanjutan. Disini Tuhan ingin menegaskan bahwa memang benar waktu yag diberikan/diciptakannya sangat banyak, ada batasnya, namun juga tidak berhenti. Waktu tidak berhenti, semua yang telah ia lewati akan menjadi cerita/masa lalu yang tidak akan pernah terulang kembali/berjalan kembali. Satu detik yang lalu, satu menit yang lalu, satu jam yang lalu atau satu apapun yang lalu tidak akan pernah kita temui lagi. Ia akan menjauh semakin jauh dan semakin jauh dari keberadaan kita saat ini. Namun berbeda dengan satu detik yang akan datang, satu menit yang akan datang, satu jam yang akan datang atau satu apapunn yang akan datang pasti akan kita temui dan kita lewati serta setelah kita bertemu dan lewat kita tidak akan pernah bertemu dan lewat lagi, sama seperti yang sebelumnya ia akan semakin jauh dan menjauh dari keberadaan kita. Begitulah penting dan berharganya waktu. Ia lebih berharga dari harta apapun di dunia ini. Waktu adalah hal yang lebih berharga dari emas, lebih berharga dari berlian, lebih berharga daripada jabatan, lebih berharga dari kedudukan, lebih berharga dari pangkat dan lebih berharga dari apapun yang ada pada kita.
Karenanya selagi waktumu masih ada manfaatkan sebaik-baiknya. Gunakan untuk berbuat baik pada siapapun dan pada apapun. Waktu terus berjalan, tidak berputar kembali dan tidak pula punya rem. Biarknlah waktu yang sudsh engkau lewati, namun jangan pernah lengah dengan waktumu yang akan datang. Lupakanlah/ikhlaskanlah masa lalumu dan pikirkan serta perjuangkan masadepanmu/waktu yang akan datang menemuimu. Tetaplah ingat bahwasannya ajal akan datang bersamaan waktu yang akan datang, namun tiada satupun diantara kita yang tahu akan datang bersama dengan waktu yang mana. Itulah salah satu hal yang menjadi rahasia Tuhan pada seluruh makhluknya. Waktu adalah perkara ghoib yang hanya Tuhan sematalah yang mengetahui seluruhnya.
Semoga bermanfaat:)

Senin, 01 Januari 2018

IPK-UNIVERSITAS



IPK
UNIVERSITAS. Siapa yang tidak mengerti universitas? Writer rasa semua orang baik kaum terpelajar maupun kaum awam sudah mengetahui yang namanya universitas. Banyak orang yang selalu mendambakan universitas-universitas yang hendak mereka masuki kelak usai menempuh sekolah menengah teratas untuk menjadi yang namanya mahasiwa. Tak jarang dari kebanyakan orang berkorban banyak hal untuk meraih yang namanya universitas impian dengan predikat universitas favorit. Akan tetapi, dari sekian ribu orang banyak juga yang gagal untuk menembus sebuah universitas.
Untuk kita yang berhasil menembus universitas yang kita impi-impikan, bersyukurlah dan berbahagialah karena kita termasuk orang-orang yang dipilih dengan berbagai persyaratan yang ditetapkan. Namun, sudahkan kita menjadi benar-benar bahagia dan terlepas dari apa yang kita targetkan? TIDAK. Bagi seorang yang sudah menjadi mahasiswa, masuk universitas impian sudah bukan lagi sesuatu yang membebani pikiran, tetapi, menjadi seorang mahasiswa bukan akhir dari keinginan kita bukan? Kita tidak akan pernah berharap dan tidak akan pernah berdoa untuk menjadi mahasiswa selamanya. Tentu kita akan melukis jalan impian selanjutnya, yakni kerja dengan kedudukan yang terhormat atau dalam sebutan jawa sering diungkap sebagai kerja alusan.
So, what must we do? Kebanyakan dari kita sudah pasti mengambil langkah awal adalah untuk mendapatkan IPK tinggi, apalagi kita yang masih maba. Kebanyakan dari kita sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa baru sering kali beranggapan bahwasannya memiliki IPK tinggi apalagi sempurna merupakan sebuah hal yang sangat kita pentingkan di semester awal-awal sebagai modal kIta di semester akhir-akhir kelak. Ya, tidak mengherankan, memang itu iya, namun, perlu digarisbawahi, sudah cukupkah IPK tinggi atau bahkan cumloud di semester awal merupakan kunci keberhasilan kita untuk melanjutkan mimpi kita yang sebenarnya, yakni mendapat kerja? Sepertinya tidak. Bukankah kerja di dunia itu ibarat bercocok tanam di ladangnya Tuhan? Lantas sudahkah cukup IPK tinggi untuk mengapai sebuah kerja yang membawa kesuksesan dan keberkahan yang luar biasa?
IPK tinggi memang merupakan syarat awal sebuah administrasi, namun, hal yang tidak bisa disepelekan adalah hal yang selanjutnya tidak diperlukan sebuah IPK untuk menentukan apakah kita layak atau tidak, yakni sebuah pengalaman. Kenapa, dari pengalaman itulah kita tahu dan bisa belajar dan memelajari dengan sempurna apa yang hendak disampaikan sang Pemilik Segala pada diri kita. Dari situlah kita bisa mengambil sebuah langkah resolusi untuk beragam permasalahan sebagaimana jalan yang dikehendaki-Nya. Intinya, selain IPK, ada banyak hal lain yang juga berupa soft skill yang kelak bakal selalu kita gunakan untuk bekerja namun tidak tercantum dalam IPK. Dengan kata lain, sebagai mahasiswa bukanlah hanya memelajari apa yang disampaikan di kelas namun, kita harus mempelajari  juga apa yang hanya bisa dilihat saja atau didengar saja atau dirasa saja atau diraba saja dan atau dicium saja. Hal ini tak lain karena Tuhan menyampaikan segala hal melalui beragam cara.
So, change your brain if you just need the best value of IPK for have good work and live happily but you also need another lesson for have doing it.😀😀😀

Selasa, 29 Agustus 2017

Example report tourism teks of Srau Tourrist by grop 1 SMA Negeri Punung Year Student of 2015/2016

SRAU TOURIST
{5}
Hallo guys, good afternoon. On this sunny day, I and my friends are having vacation in very beautiful beach. This water is very clear that make the view is so fresh, and make the panorama green, white sand and blue of the water make us very interested, so we’re comfort to stay in here.
Friends, do you know where is the location of the beautiful beach? Yeach, this beautiful beach is like beach in Bali because the colour of sand is white. But, don’t you be surprised if the beach is not in Bali Island. This beautiful beach is in East Java, Pacitan, Pringkuku, Candi Village. The beautiful beach is called Srau Beach. Do you know what is expecially about Srau Beach? Srau Beach wasn’t one beach. It the three beach as, the First is Srau Beach, Second is Srau Beach, and the Third is Srau Beach. Now, I and my friends in the Third Srau Beach and we will start our journey. Are you curious? Okay, keep patient yesJ
For you all guys, expecially you all who stay in Pacitan East Java, if  you want to go to Bali Island just to see the beach with white sand, why don’t you go to the beautiful beach in your home? Why not this can make yau get benefit? Another, you will have a simple time to come to this beach, you will have expert judgment.
Guys, do you know how you can come here? Are you aware that coming here is very easy? Yes, very good. You can come here easily. You can come by motorcycle or a car. The way to get there is nice. In your trip to this beautiful beach of Srau, you will have something so very iteresting, expecially someone who love the journey for adventureJ
***
Oh yes, introduce me guys. My name is ....(5)...... . I go to here for a vacation and come here to see the beautiful beach which has white sand like a Bali beach. I’m coming here with my five friends. They are now near beach’s water. Okay let’s continue our trip. Let’s join with them thereJ>>>
***
Yapp, this is all my friends. Let me introduce.
1.      Hay, my name is...... . I’m from SMA Punung class eleven science three. I’m live in ......
2.      ........
3.      ......
4.      ......
***
{4}
            Do you know Friends, what we’re going to do in this beautiful beach? Do you think here we only can see the beautiful beach? If you think this, you have a big false. In this beautiful beach, another view is the beautiful panorama, there are many kind of activities as just we can do. With what? Yapp, in every beach, what not you play this beach water or make a castle from the sand in there? Here, we also can doing this, playing beach water and make an excessive castle with the white sand. So, let’s doJ
(pictured)
            Friends, now, let’s walk around here. But, do you know samothing a warn in this beach? You should play beach water cerefully. This beach water has big waves. You don’t need to swim in Srau Beach. Another first reason, this beach is very danger, because here has a poison of  jelly fish. Okay, let’s join our trip.
(pictured)
(3)
Friends, if you are tired,you can have rest. Let’s sit in the white sand there. (having sit) Guys, having rest, let’s make a big castle? Enjoying the beautiful panorama, let’s do! Okay,,,,
(pictured)
            Yayyy..... our castle is ready friends. This is excelent job together. Oh yes guys, if you do not want to walk around or make white sand castle, you can use your time for free with view the beautiful panorama by doing nothing, just sit on a chair. Okay, now let’s continoue our journey. We will go to the second part of beach. From people around the beach, they say that the second part of beach is very beautiful. Oh yes friends, for you which love the nature sport, you can do sport from this third beach to second beach or first beach for hiking. Do you know what is hiking? Hiking is first of all by nature sprt which we are doing by walking for long distance. Okay, now let’s have hiking to the second beach and first beachJ
(pictured)
{2}
            Yappp,,,,,, Friends, this is the second beach by Srau Beach. This is the part beach was the most beautiful. Here, you can have refresing. The beach have a pure of blue water. There, you can rise a ship to the hill in midle water. The hill can be climbed, but now, you can’t climb there, because now pair was prepare by tourist officers. Don’t worry guys, althought you can’t climb the hill, you can play under hill that have tunnel. In the tunnel there was wave beat. Here, you can play beach water more fun, but don’t forget to be carefull, because there  was sharpcliff  and poison of jelly fish. Do you want to know how about the tunnel ? Once again guys, in the most beautiful beach, you also can take picture. This is better for you to have picture because here of course it is very most beautifull. Don’t forget, here you are also supposed  not to swim. Here another was a poison of jelly fish was also a big wave. Okay, yucks, we are going there!JJJ,,,,,
(pictured)
            Friends, this is a tunnel . On this tunnel is a hill that there, you can see the all panorama in the Srau Beach more clearly. We really want to go there. Do you also want to there guys? Let’s go JJJJ
(pictured)
            Friends, this is the hill on last tunnel. From here, you can see the beautiful panorama. You also can see, there are large the beach. You also can see all in around the hill. If you just want view the beautiful panorama around, you do not necessary have long journey, but you can walk here and see by here. Friends, are you fine and strong enough ? Do you want have sport now? For whom is nature lover and sport, let’s have hiking again to the first part of beachJJJ
(pictured)
{1}
            Guys, this is the first part o the beach. There are many cliffs. You can have journey in the cliff by finding some of water animals. But, you are not supposed to walk in bare foot  because the cliff is very danger. Just not this, althought here the wave is not big, you can’t swim because here there is a danger of jelly fish. There, my friend have taked picture and journey. Another, are you want do some thing was diferent? In here, you also can have fishing. Are you know where the place for fishing? Yach, in there, on the lacing hill. Was more, before you come to the where we can fishing, you also can have sport too, this is climb the hill. Let’s going there together friendsJJJ
(pictured)
            Guys, here you can have sport which  make you more fun. Do you know, what  is this? Volleyball. Yes, here you can play volleyball with your friends or your family,,, you can play vollyeball comfortably, not more different with the nature yard, because here  is also place for playing volleyball. Do you want to do? If yes, let’s do our jobJJJ,,,,,
(picture)
{6}
            Friends, in the first part of Srau Beach, of course there are many kind of activities that can be done,  on free time we can practice many kinds sports. Yapp, here  we can do many sport activitis such as climbing hill and playing volleyball. You can also play with many big or small balls. here  it has a large place after lacing beach. here also as a shelter because  there are many coconut tree. Friends, are you hungry and thirsty? If yes, let’s have a rest,  and have free time in the mini store. (all walk to the mini store) Friends, here there is much wind that makes the  air is so fresh. The time will be more fun by enjoying a nice food at Srau Beach. Do you know, the food is very delicious. Hmmm, yummyyyyyJ
(pictured)
(ENDING)
            All guys, this is about Srau Beach. The beach in Pacitan City is like the beach in Bali Island. The beach  has many kind beautiful of panorama and has many natural resources. Friends, do you want to be more long time and more curious how about Srau Beach is, COMING TO THE SRAU BEACH!! Come here, you will have something  very interest and fun. We are here, we  miss you in the beautyful beach of Srau Beach in Candi Village.....
LOVE US MISS YOU,
(all)    JJJ             GOOD AFTERNOON AND BYE SEE YOUUU,,, EMUACHHH,,,,

"Itu Sampah atau Apa?" (Tugas Cerpen Anekdot Kelompok 2 SMA Negeri Punung TP 2014/2015

[Waktu liburan semester kelas X dulu, aku dan temen-teman pergi berlibur ke istana pemerintahan di negara kami. Kami memilih ke tempat itu agar kami mendapat pengetahuan sehingga kami terdidik. Di sepanjang perjalanan canda dan tawa riang kami luapkan bersama-sama.]
Aku : “Beri tau aku jika kamu lihat!” (duduk sambil bermain game di
Hp)
...... : “Beri tahu apa?” (memandang si aku dengan penasaran)
Aku : “Itu sampah atau apa sih?” (penasaran)
...... : “Jelas itu adalah sampah.” (mengalihkan perhatian dari si aku)
Aku : “Mengapa di jalanan dan di selokan penuh dengan sampah
ya?”
...... : “Karena warga di daerah sini suka membuang sampah
sembarangan.”
Aku : “Bahkan di laci meja pun penuh sampah.”
...... : “hahhhh.... Masa??? Kamu ngaco ya?” (keheranan)
Aku : “Iya, aku serius. Kamu tidak percaya? Di dalam bus, truk, dan
angkot pun ada sampah.” (menghentikan gamenya dan memasukkan HP-nya ke dalam tas.)
...... : “wahh... Negeri kita memang sangat kaya di dunia. Sayangnya
kekayaan kita adalah sampah.”
Aku : (mengambil makanan dari tas dan memakannya) “Bisakah
kamu memberi tuhuku tentang pendapatmu?”
...... : “Pendapat tentang apa?” (agak sinis)
Aku : “Menurutmu, negeri kita ini apakah negeri sampah?”
(penasaran)
...... : “Tentu saja iya.”
Aku : “Lautan sampah?” (terkejut)
...... : “Iya.”
Aku : “Gunung sampah?” (terbelalak)
...... : “Iyalah.”
Aku : “Apakah juga negeri tong sampah?” (menyodorkan makanan
pada ......)
...... : “Itu sangat benar.” (mengambil makanan yang disodorkan aku)
[Perjalanan pun berlanjut hingga tinggal beberapa menit lagi untuk sampai di isana pemerintahan negara. Canda dan tawa mereka pun terhenti beberapa saat karena perasaan heran yang memenuhi hati mereka.]
Aku : (mengambil kamera dari tas dan memotret sekitarnya)
“Hemmhhhh....... Banyak sekali tempat orang berkumpul digunukan untuk tempat sampah.”
....... : “Memengnya dimana kamu menemukan sampah salain yang
kamu sebut tadi?” (penasaran)
Aku : “Di kursi restoran dan hotel berbintang pun ada sampah.”
...... : “Lalu dimana lagi?”
Aku : “Di meja direktur, tempat penyeberangan, dan bawah pos
satpam juga ada sampah.” (memasukkan sampah jajannya ke tempat sampah yang telah di sediakan di mobil)
...... : “Aduh benar-benar tidak enak di pandang mata dan membuat
hati tidak nyaman.”
Aku : “Benar. Itu sampah atau apaan sih?”
...... : “Jelas sekali bahwa itu adalah sampah. Apakah di tempat lain
masih ada sampah?”
Aku : “Tentu saja ada. Di ruang sidang ada sampah. Di ruang tunggu
rumah sakit juga ada sampah.”
...... : “Di pusat kesehatan pun banyak sampah di sana-sini?
Pantas saja orang-orang di negeri kita, jika sakit dan berobat ke rumah sakit tidak kunjung sembuh, tapi malah meninggal sekalian.”
Aku : “Tidak hanya di dua tempat itu saja, di atas pot bunga
sekolahan pun juga ada sampah.”
...... : “Yang benar saja kamu itu? Masa iya sih? (terbelalak keheranan)
Aku : “Aku bicara betul. Dan itulah kenyataannya saat aku melihat-
lihat ke sejumlah sekolah yang ada di negeri kita ini, sampah ku temukan di segala penjuru.”
...... : “Ohh pantas saja banyak orang yang sekolah di zaman ini itu
kalau sudah lulus yang di bawa bukan ijasah, melainkan sampah yang telah lama mereka tabung beratus-ratus hari.”
Aku : “Sungguh, sampah sudah merajalela dan menjadi sahabat
manusia.” (sambil menggeleng-gelengkan kepalanya)
[Akhirnya, mereka pun tiba di tempat wisata yang mereka tuju untuk yang pertama kalinya itu. Dengan senang si Aku dan temen-temannya itu menuju dalamnya istana.]
Aku : “Di istana orang utama negeri sebesar ini apakah juga ada
sampah ya?” (sambil menoleh pada si ...... dengan tatapan datar sambil berjalan masuk ke istana)
...... : “Tadi kan kamu mengatakan sampah sudah merajalela dan
menjadi sahabat manusia, berarti dimanapun itu, pasti ada sampahnya. Termasuk di dalam istana presiden ini juga. Bisakah kamu memastikan bahwa disini juga ada sampah?” (memotret suasana di halaman depan istana)
Aku : “Tentu saja” (sangat yakin) “Pada siang hari itu, aku
masuk ke dalam istana ini didampingi oleh penjaga istana dan aku menelusuri setiap sudut di istana ini. Dan ternyata, sampah pun tak punya malu di tempat yang sangat megah ini.”
...... : “Di sudut-sudut istana pun ada sampah?” (haran seolah tak
percaya) “Dimana saja itu?”
Aku : (menunjuk ke bawah tiang bendera) “Itu adalah sampah.”
...... : “Dimana lagi sampah itu kamu temkaan?” (penasaran)
Aku : “Lihatlah!” (menunjuk gerbang MPR) “Kantong plastik itu
bukankah sampah?”
...... : “Tentu saja itu adalah sampah.”
Aku : (bingung)
...... : (memperhatikan si aku) “Kenapa kamu terlihat bingung?”
Aku : “Apakah di kursi-kursi parlemen ada sampah pula?”
...... : “Jelas ada.”
Aku : “Coba tunjukkan kepadaku!” (penasaran)
...... : “Lihatlah sendiri kesana!” (menunjuk ke dalam ruangan
parlemen)
Aku : “Lihat apa?”
...... : (tarik napas panjang dan menghembuskannya) “Katanya tadi
sampah.”
Aku : “Akukan menyuruhmu untuk menunjukkannya kepadaku.
Mengapa kamu malah menyuruhku untuk melihatnya sendiri? Apa kamu tidak berani?”
...... : “Siapa yang tidak berani? Aku berani saja. Mengapa harus
takut? Memangnya sampah itu hantu apa?” (agak kesal)
Aku : “Coba lihat dan tunjukkan kepadaku! Aku ingin tahu dan
melihatnya.”
...... : “Ayo kita masuk! Itu sampah ada di ujung sana dan ujng sini
bukan? Sudahkah kamu puas atas jawabanku?”
Aku : “Ohhhh....... Sungguh.......” (heran sambil menggeleng-
gelengkan kepala)
...... : “Kenapa?” (merasa aneh)
Aku : “Sampah sudah menjadi bunga-bunga nusantara.”
...... : “Mengapa kamu mengatakan bahwa sampah menjadi bunga-
bunga nusantara? Apa alasanmu?”
Aku : “Karena sampah ada dimana-mana. Apakah di dalam mulut
manusia pun juga ada sampah?” (penasaran)
....... : “Kalau kamu menyimpulkan sampah ada dimana-mana, berarti
di dalam mulut manusia pun juga ada ampahnya.”
Aku : “Periksalah dulu sekarang!!! Cepat!!! Jika tidak ada, syukurlah.”
...... : “Itu sama sekali tidak benar, karena banyak sekali sampah dari
dalam mulut manusia yang berserakan dimana-mana. Malah-malah melebihi sampah yang berserakan di TPA.”
Aku : “Dasar manusia yang ada disini sangat sombong. Membuang
sampah seenaknya.” (kesal dan wajah menggerutu)
...... : “Lantas harus bagaimana lagi? Membuang sampah
sembarangan adalah makanan mereka setiap harinya.”
Aku : “Seharusna makanan itu mereka ubah. Dengan cara apapun.
Seharusnya mereka tidak membiarkan negerinya menjadi tong sampah terbesar dunia. Itu harus di ingat.”
...... : “Itu sangat benar. Mereka bukanlah binatang. Tapi, jika di
nasehati saja, telinga mereka itu hanyalah hiasan belaha untuk menggantung pakaian saat dijemur. Kamu tau sendiri bukan?”
Aku : “Ya. Aku tahu. Maka agar tidak seperti binatang, kita sendiri
juga harus beradap.” (dengan nada yang agak mengeras)
          Akhirnya mereka pun selesai dalam menikmati tempat wisatanya itu, dan segera bergegas menuju  tempat rekreasi yang selanjutnya. Canda tawa riang mereka selalu menghiasi perjalanannya yang tidak mereka rasa melelahkan.