Translate

Minggu, 16 September 2018

Risalah Chaidl (Haid)


Hari, tanggal   : Jumat, 7 September 2018
Judul buku      : Risalah Chaidl
Tebal halaman : 65 halaman
Pengarang       : Achmad Junaidi (Fath El Wahhab 007)
Sinopsis           :
            Chaidl menurut terminologi fiqih adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita karena pembawaan, bukan sakit / melahirkan dan keluarnya di usia chaidl (minimal usia 9 tahun 15 hari 23 jam 59 menit 59 detik). Usia chaidl ± 3174 hari (1 tahun qomariyah Χ 9 tahun – 15 hari (masa yang tidak muat terhadap minimal chaidl dan minimal masa suci) = ± 3174 hari 7 jam 2 menit. Darah yang keluar kurang dari 24 jam adalah darah fasad, namun konsekuensinya sama dengan darah istichadloh. Untuk yang diragukan apakah darah keluar 24 jam / belum maka statusnya adalah chaidl (imam Romli) dan fasad (Ibnu Hajar). Warna darah ada 5, yakni hitam, merah, merah kekuningan, kuning dan keruh.
            Tanbih fungsinya adalah untuk mengetahui kuat lemah darah guna menentukan masa chaidl saat terjadi istichadloh. Aqollul chaidl terbagi menjadi tiga, yakni wachdhah (wanita mengeluarkan dara 24 jam terus-menerus), ma’al gholib (keluar 24 jam terpisah selama 6 / 7 hari) dan ma’al aktsar (keluarnya 24 jam terpisah selama 15 hari). Mubtadi’ah disaat darah terhenti maka ia harus menjalankan rutinitas orang suci dan meninggalkannya jika darah keluar kembali, dan jika darah belum mencapai minimal chail maka kewajibannya adalah hanya wudlu. Darah yang keluar saat bangun tidur dihitung mulai saat ia mengetahui darah saat bangun tidur. Hal yang diharamkan orang chaidl adalam sholat, puasa, membaca-menyentuh-membawa alqur’an, berdiam diri di masjid, hubungan suami-isteri / bersentuhan kulit antara pusar & lutut dan thowaf.
            Istichadloh adalah darah yang keluar diluar masa chaidl dan nifas, orang yang mengalaminya disebut mustachadloh. Saat akan melakukan sholat, maka ia harus membersihkan kemaluan dan menyumbatnya lalu wudlu dan sholat. Bentuk mustachadloh ada 7, yakni mubtada’ah (pertama kali mengeluarkan darah) mumayyizah dan ghoiru mumayyizah (pertama dan tidak bisa membedakan warnanya), mu’tadah (perempuan yang mempunyai kebiasaan masa chaidl) mumayyizah, ghoiru mumayyizah ingat kadar-waktu chaidl, yang lupa kadar-waktu chaidl, yang ingat kadar chaidl, dan mutacjhayyiroh (ingat waktu chaidl).
Mubtada’ah mumayyizah kriterianya darah kuat tidak kurang dari 24 jam & tidak lebih 15 hari serta darah lemah yang keluar diantara darah kuat tidak kurang 15 hari dan keluarnya terus menerus / silih berganti. Asy-Syahru menurut fuqoha ada 3, yakni mumayyiroh yang tidak memenuhi kriteria, mutahayyiroh dan wanita hamil. Adat dalam chaidl ada 3, yakni maju (mulainya lebih awal), mundur (mulainya akhir) dan bertambah (lama waktu chaidl lama). Mubtada’ah ghoiru mumayyizah hukumnya sama dengan mumayyizah namun tidak memenuhi kriteria sehingga hukumnya sama dengan mutachayyiroh. Masa sucinya adalah 29  hari sehingga di bulan pertama ia wajib mandi setelah hari 15 dan mengganti 14 hari sholat yang ditinggalkan, sedang bulan berikutnya mandinya setelah 24 jam dan melaksanakan sholat. Menurut Ashoh, hukum chaidlnya dikembalikan ke umumnya chaidl (6-7 hari).
Istilah penting ada beberapa. Daur merupakan masa chaidl dan masa suci (siklus sama) dan jumlah bulan yang mencakup adat yang berbeda (siklus beda). Intidhom / adat berpola adalah chaidl yang dialami bulan ini lebih banyak / sedikit daripada bulan kemarin. Tikrorruddaur / daur berulang  adalah kembalinya daur sekali / lebih walau tidak sebagaimana pola semula.
            Mu’tadah mumayyizah penentuan masa chaidlnya berdasarkan kuat lemahnya darah namun menurut muqobilul ashos dikembalikan ke adat (banyak dipahami wanita) serta mandinya untuk yang pertama kali mengalami istichadloh ini adalah menunggu 15 hari sedangkan jika bulan berikutnya masih istichadloh lagi maka mandinya adalah ketika terjadi pergantian warna darah. Mu’tadah ghoiru mumayyizah masa chaidlnya didasarkan pada adat dan saat pertama mengalami istichadloh mandinya manunggu 15 hari dan untuk bulan berikutnya disesuaikan adat. Mu’tadah ghoiru mumayyizah diklasifikasikan menjadi 6, yakni tikrorruddaur-intidhom ingat polanya (masa chaidl saat terjadi istichadloh sesuai ketiga hal), tikroruddaur-intidhom tapi lupa pola (dibulan pertama mandi wajib setelah melewati 15 hari dan bulan berikutnya mandi ikhtiyatsetelah hari yang dihukumi chaidl (berdasar siklus-pola-adatnya)), tikroruddaur-adat tidak berpola-lupa pola sebelumny (hukum chaidl dikembalikan pada bulan sebelum istichadloh), tikroruddaur-adat tidak berpola-ingat adat (yang dihukumi chaidl hari pada bulan terakhir pada pola yang terulang), daur tidak terulang-lupa adat (hari chaidl didasarkan pada hari yang paling sedikit dari pola yang terulang), serta daur tidak terulang-ingat adat (hari yang dihukumi chaidl adalah hari terakhir pada pola terakhir).
            Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa kadar-waktu chaidl (tidak bersentuhan kulit suami-isteri, membaca-menyentuh-membawa al-qur’an, berdiam-lewat masjid serta hal yang dibolehkan adalah sholat, thowaf, berpuasa, I’tikaf, tholaq & mandi). Sebagian ulama menyatakan mutachaiyyiroh caidlnya di hari pertama atau juga dikembalikan adat. Bersucinya tiap ingin melakukan sholat jika tidak tahu terhentinya darah chaidl sebelum istichadloh dan cukup wudlu untuk yang tahu serta jika terjadi di bulan ramadhan maka ia wajib puasa sebulan penuh dan ditambah sebulan berikutnya serta dua hari lagi. Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang ingat kadar chaidl (sebagaimana hari yang ia yakini dan seperti orang mutachayyiroh dan kewajiban mandi hanya pada waktu memungkinkan darah terhenti). Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang ingat waktu chaidl / mutacjhayyiroh (hari pertama adalah chaidl, 14 berikutnya mungkin chaidl maka seperti mutachayyiroh, lalu 15 berikutnya masa suci).
            Nifas adalah darah yang keluar setelah lahirnya anak dengan syarat keluarnya sebelum lewat 15 hari dari sang bayi keluar. Minimal nifas adalah sekejap dan maksimal 60 hari-malam, umumnya 40 hari-malam. Klasifikasinya meliputi mubtada’ah (mengacu tamyiz asal tidak lebih 60 hari), mubtada’ah ghoiru mumayyizah (dikembalikan ke sesaat / lahdzatan), mu’taadah mumayyizah (dikembalikan ke tamyiz), ghoiru mumayyizah ingat kebiasaannya (dikembalikan ke kebiasaan) & lupa siklus yang pernah dialami (ikhtiyat). Darah yang keluar saat / bersamaan bayi chaidl (bersambung dengan chaidl sebelumnya), istichadloh (bersambung dengan sebelumnya tapi tidak mencapai aqollul chaidl / tidak bersambung darah sebelumnya).
            Mustachadloh nifas adalah perempuan yang mengeluarkan darah nifas lebih dari 60 hari-malam. Klasifikasinya meliputi mubtada’ah mumayyizah finnifas (pertama kali dan darah melebihi 60 hari-malam; cara mengetahuinya adalah dengan perbedaan warna darah / kuat (nifas) lemah (chaidl) darah), mubtada’ah ghoiru mumayyizah finnifas & mubtada’ah filchaidl (pertama kali  dan darah yang keluar lebih dari 60 hari-malam, warna darah tidak bisa dibedakan maka darah setetes pertama nifas, 29 berikutnya istichadloh-1 hari chaidl dst), mubtada’ah ghoiru mumayyizah finnifas & mu’taadah filchaidl (pertama kali dan darah lebih 60 hari-malam, darah sesifat, pernah chaidl dan suci maka darah setetes pertama nifas, waktu kebiasaan suci adalah istichadloh-waktu kebiasaan chaidl adalah chaidl dst), mu’taadah mumayyizah finnifas (pernah nifas, darah lebih 60 hari-malam, warna dapat dibedakan maka darah kuat nifas dan darah lemah istichadloh), mu’taadah ghoiru mumayyizah finnifas chaafidhoh lil ‘adat qodron wa waqtan & mubtada’ah filchaidl (pernah nifas, darah lebih 60 hari, tidak bisa dibedakan warna darah, ingat kebiasaan nifas dan belum pernah chaidl maka darah kebiasaan nifas (nifas), 29 istichadloh-1 malam chaidl dst.), mu’taadah ghoiru mumayyizah finnifas chaafidhoh lil ‘adat qodron wa waqtan & mu’taadah filchaidl (pernah nifas, darah lebih 60 hari, tidak bisa dibedakan warna darah, ingat kebiasaan nifas dan pernah chaidl maka darah kebiasaan nifas (nifas), darah sesuai lamanya adat suci hukumnya istichadloh- darah sesuai lamanya chaidl hukumnya chaidl dst.) serta mu’taadah ghoiru mumayyizah finnifas naasiyah lil ‘adat qodron wa waqtan (pernah nifas, lebih 60 hari-malam, darah sesifat, tidak ingat kebiasaan nifas maka darah setetes pertama nifas, selebihnya hati-hati, 60 berikutnya wajib mandi saat hendak sholat, selanjutnya wajib wudlu untuk sholat fardlu).
            Sholat yang wajib di qodlo saat datang / hilang chaidl / nifas. Bilamana mani’ussholah datang dan berada dalam ruang waktu sholat yang sekiranya cukup untuk sholat, maka sholat tersebut harus digantinya (sholat saat datang & perginya mani’ bukan sebelum / sesudahnya). Untuk hilangnya mani’ sholat sebelum mani’ itu hilang juga harus di qodho bila kedua sholat antara sebelum dan sesudah mani hilang bisa di jama’.
            Syatta memiliki hukum yang meliputi haram (jika mengakibatkan tidak bisa hamil lagi), makhruh (memerpanjang waktu kehamilan & tidak dasar udzur) & tidak sampai makhruh (memerpanjang waktu kehamilan dan didasari udzur). Aborsi hukum haram (jika sudah usia 120 hari). Sebelum 120 hari haram (Ibnu Hajjar) dan tidak haram (Imam Ramli).

]



            Notes:
1.      Seorang wanita berkewajiban untuk memelajari apa saja yang ia butuhkan mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan chaidl, nifas & istichadloh.
2.      Jika suami kategori orang yang memahami permasalahan diatas, maka ia harus mengajari isterinya, jika suami tidak memahaminya, maka sang isteri diperbolehkan keluar rumah dalam rangka menanyakan perihal diatas, bahkan itu merupakan suatu kewajiban yang tentunya pihak suami tidak boleh menghalang-halanginya, kecuali jika suami mau menanyakan dan kemudian dijelaskan pada sang isteri.
3.      Seorang isteri tidak diperbolehkan keluar rumah dalam rangka manghadiri majelis dzikir, belajar tentang hal-hal yang mengarah ke kebaikan kecuali telah mendapatkan izin dari suaminya.

Senin, 03 September 2018

Semangat Asian Games 2018


Semangat Asian Games 2018


Semangat Asian Games 2018 patut untuk dijadikan pembakar semangat generasi penerus bangsa hari esok. Antusiasme keluarga besar bangsa Indonesia dalam menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018 pun cukup menarik perhatian mata dari berbagai penjuru dunia. Keramahan dan kearifan lokal yang melekat dalam jiwa bangsa Indonesia patut untuk diapresiasi. Hal ini tak lain karena tanpa adanya dukungan dari masyarakat Indonesia mustahil bisa terselenggara dengan baik dan keamanan bisa terjamin. Kekompakan dan persatuan negeri ini patut untuk terus diemban, dipelihara dan ditumbuh kembangkan.



Asian Games 2018 sangat fantastic. Serangkaian acara yang berlangsung dengan sangat memukau dunia. Mulai dari tahap persiapan, pembukaan, pelaksanaan lomba hingga penutupan yang berlangsung sangat meriah. Pertama-tama, tentang persiapan yang mencakup banyak hal, mulai dari penyiapan tempat, penyiapan fasilitas hingga penyiapan hadiah untuk para juara pun bisa dibilang sangat luar biasa. Sudah tidak diragukan lagi bahwa untuk menyiapkan itu semua memerlukan dana dan tenaga yang cukup besar. Sebuah usaha dan perjuangan keras harus dilakukan agar bisa mencapai target keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang sudah direncanakan.



Berikutnya adalah tahap pembukaan Asian games 2018. Satu hal yang paling unik dari pembukaan Asian Games 2018 ini yakni mengungkap kekompakan seluruh jajaran keluarga besar Indonesia, mulai dari kalangan pemerintahan tertinggi hingga seluruh masyarakat yang turut serta berpartisipasi dalam penyelenggaraannya. Atraksi yang dilakukan oleh presiden Republik Indonesia juga merupakan sebuah keunikan yang turut menjadikan keistimewaan Asian Games 2018. Selain itu, ditambah lagi antusiasme seluruh jajaran masyarakat, Asian Games 2018 berasa hidup dan berlangsung dengan sangat meriah juga tercipta suasana yang damai dan aman. Pertunjukan kekayaan budaya Indonesia pun turut menambah istimewanya Asian Games 2018. Dengan perpaduan yang begitu unik dan beragam itulah, dunia tak luput turut menyorot dan mengapresiasi dengan begitu baiknya.



Asian Games ini merupakan ajang kompetisi sekaligus pembelajaran bagi seluruh atlet dari berbagai negara di Asia yang dipenuhi dengan semangat yang menggebu-nggebu sekaligus sportifitas yang sangat tinggi. Atlet Indonesia sendiri tak kalah semangat dengan atlet-atlet dari berbagai negara tetangga yang sudah tidak diragukan kembali kemampuannya. Perjuangan yang dilakukan oleh para atlet Indonesia pun sangat pantas mendapatkan apresiasi yang tinggi dari seluruh keluarga besar Indonesia. Di tahun 2018 ini, atlet-atlet Indonesia sangat luar biasa. Berhasil mengharumkan nama negeri tercinta ini dengan memenangkan banyak medali melebihi dari yang semula ditargetkan oleh negara. Hal ini sangat luar biasa mengingat betapa kerasnya perjuangan yang sudah dilakukan juga berbagai doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia yang sangat mencintai negeri tercinta ini. Tak diragukan lagi, bahwa Indonesia mampu Menuju Indonesia Maju, terlebih lagi sebagaimana yang sering kita dengar untuk bisa menjadi Indonesia Emas di tahun 2045 kelak, ykni tepat 100 tahun Indonesia merdeka.



Kemegahan dan kemeriahan Asian Games 2018 ini tak hanya berhenti sampai pada kegiatan pelaksanaan lomba. Akan tetapi, semarak semangat itu masih terus berkobar hingga penutupan Asian Games 2018. Hal ini bisa diketahui tetap berlangsungnya acara penutupan yang begitu khidmad dan meriah meskipun diguyur hujan. Banyaknya volunter dan partisipasi masyarakat dalam acara penutupan pun menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa. Satu hal yang perlu untuk tetap dipelihara adalah semangat semarak Asian Games 2018 untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda untuk menuju Indonesia maju. Kejujuran dan sportifitas merupakan modal utama untuk mencapainya. Serta kekompakan dan persatuan merupakan kekuatan untuk menjadi bangsa yang besar dan modern di abad generasi z atau milenial hari ini.

Senin, 19 Maret 2018

Aku, adalah Diriku! Masa Depanku adalah Kehendakku! Jalanku adalah Berkat Pembinaanmu! WHO? WHERE? WHEN? WHY? WHAT? AND HOW?



WHO? WHERE? WHEN? WHY? WHAT? AND HOW?
Masa depan. Ya, itu merupakan sesuatu yang harus kita rencanakan dan harus kita planig sejak dini. Tak hanya ketika kita sudah sadar akan hukum negara yang berlaku, sejak kita masih balita pun, mungkin juga tidak sedikit diantara kita yang sudah ditanya oleh orang tua kita saat sudah besar/dewasa nanti mau jadi apa. Yap. Saat inilah saat yang paling mantap kita mau menjadi apa kelak di masa depan. Kita yakin 100% bahwa apa yang kita anganklan dan kita inginkan saat kita mengatakan itu pasti akan terwujud demikian. Dalam benak kita pun tak terpikir bahwasannya untuk meraihnya bakal ada banyak rintangan dan cobaan yang menggungcang semangat dan mimpi kita seperti itu akan semudah membalik telapak tangan . Namun, pada kenyataan tak selalu demikian. Banyak diantara kita yang gagal entah karena apa. Ada banyak hal yang menyebabkannya demikian. Ada dari faktor keluarga, faktor lingkungan dan pergaulan, faktor negara atau bahkan faktor diri sendiri yang kurang semangat dan tekun.
Masa depan yang baik dan terjamin. Siapa bilang itu mudah dan selalu sesuai dengan yang kita cita-citakan. Saudaraku, masa depan itu tidak mudah. Ia suram namun juga tidak suram. Ia cerah namun juga tidak cerah. Perlu juga diketahui kenapa masa depan tidak selalu baik dan sesuai dengan mimpi kita? Bagi kita yang berhasil meraih apa yang kita planing seharusnya itu membuat jiwa yang ada dalam raga semakin tertunduk dan tawaduk. Kita yang berhasil mendapatkan mimpi kita harus bersyukur pada Tuhan yang telah memudahkan jalan bagi kita. Namun, perlu juga kita ketahui bahwasannya tidak sedikit juga jiwa-jiwa suci yang juga terlahir bersama kita ke dunia ini juga memiliki kesempatan dan waktu yang sama dengan kita yang berhasil meraih impian dan cita-cita yang selama ini kita bangaun dan kita harapkan. Ada banyak juga diantara kita, jangankan untuk mencapai cita-cita, masih banyak juga dari kita yang tidak memiliki cita-cita. Siapa? Tak bisa dipungkiri, mereka yang terlahir sebagai korban kekerasan dari seorang manusia itu akan menyebabkannya kehilangan kebebasan berpikir siapa dirinya dan untuk apa mereka terlahir kedunia. Bagaimana bisa mereka yang menjadi seperti itu akan bisa memiliki mimpi dan cita-cita yang tinggi dan mulia didalam penilaian manusia? Tentu saja mereka secara langsung ataup[un tidak langsung akan di cap sebagai orang yang kurang atau bahakan tidak berguna sama sekali untuk kehidupan bersama di muka bumi ini. Akan tetapi, ada satu hal lagi yang perlu di catat bahwasannya tidak semua orang yang berasal dari sesuatu yang kurang baik atau bisa dibilang secara kasar adalah buruk, mereka tidak selalu menjadi buruk. Tidak sedikit pula mereka yang berasal dari korban-korban kekerasan justru menjadi sangat gemilang dalam merajut dan mengejar impian.
So what? Jangan pernah berhenti berharap meski itu secara logika dan ilmiah tidak akan pernah bisa terwujud. Tetaplah ingat wahai saudaraku bahwa diatas sana masih ada sebuah kekuatan maha dasyat yang memutar dan membolak-balikkan sebuah fakta dan maha mengadili segala hal yang ada di keduniaan fana ini. Saudaraku, apapun keyakinan kalian, apapun agama kalian, atau bahkan atheis sekalipun sebutan yang saudaraku lekatkan pada diri saudara sekalian, tetap ingatlah bahwasannya di alam semesta, jagag raya seisinya ini, ada sebuah kekuatan luar biasa yang memiliki kekuasaan terhadap segala hal yang ada yang tak lain adalah ciptaannya. Saudaraku, seburuk apapun kalian dimata manusia/orang lain yang berada di sekitar kalian, seburuk apapun pandangan sanak saudara dan kerabak saudara sekalian, tetaplah percaya pada satu hal bahwasannya anda adalah sosok istimewa yang pernah terlahir kedunia dan pembawa warna yang berbeda dari yang lainnya.

TETAPLAH BERMIMPI DAN PERCAYA DIRI. APAPUN YANG ORANG LAIN KATAKAN TENTANG DIRI SAUDARA, ITU MERUPAKAN PENILAIAN MEREKA YANG MEREKA SIMPULKAN DENGAN APA YANG SAUDARA DAPATKAN SAAT INI, BUKAN DARI SEJAUH APA PERJUANGAN SAUDARA DARI YANG SEBELUMNYA. KEEP SPIRIT OF LIVE!

Kamis, 15 Maret 2018

Teman itu? Buatku....... Curahan Hati @ Maret 2018


TEMAN ITU?????
BUATKU ADALAH...........
Teman. Siapa sih dia? Dia itu manusia yang selalu ada dalam suka dukamu. Ya, seorang sahabat. Seorang teman itu bukan hanya yang kamu kenal namanya dan dia tahu namamu serta saling mengingat akan nama itu. Itu bukanlah teman yang sesungguhnya. Seorang teman sejati itu adalah dia yang tidak hanya ingat akan namamu, bahkan bisa jadi teman sejati itu hanya sekali mendengar namamu dan dia tidak pernah ingat akan siapakah namamu. Akan tetapi, dia selalu mengingatkanmu dan selalu ada dalam setiap suka dan dukamu, atau bahkan ia tidak mengapa kamu berbahagia dengan yang lainnya walau kamu seolah lupa kepadanya dikala itu, namun di saat kamu terjatuh dia tetap ada buatmu, atau bahkan membahagiakanmu disaat kamu bersedih.
Namun, tak setiap masa teman itu akan selalu ada dalam setiap waktu-waktu kita. Ia terkadang ada lalu berlalu disaat suatu masa dimana mereka memang harus benar-benar meninggalkanmu karena sesuatu yang sangat penting dari pada kamu dalam perjalanan kehidupannya. Teman, ketahuilah bahwa setiap teman yang terlahir itu selalu ada visi misi tersendiri yang dikenakan sebagai jubah sebuah jiwa yang terlahir. Karenanya, maklumilah ketika seorang teman harus meninggalkanmu karena visi misi tuhan yang dipercayakan padanya. Jangan kamu pergi meninggalkannya dan marah atau bahkan tak lagi menganggapnya sebagai temanmu.
Teman, yang terpenting diantara kita itu jangan pernah saling lupa dan saling merasa tidak kenal ketika kita sudah tidak lagi saling bersama. Tatkala ada manusia lain yang lebih menyenangkan jangan tinggalkan temanmu sebelumnya. Berteman itu janganlah habis manis sepah dibuang, tapi menyakitilah seperti benang yang saling merekatkan ketika ada yang renggang.
#curahan_hati;maret2018

Jumat, 09 Februari 2018

Waktu, Rahasia Tuhan, Perkara Ghoib



_:):) Waktu :):)_
Assalamualaikum tanah kelahiran
Ujung hari yang hampir menenggelamkan matahari. Menandakan hari penyampaian manfaat yang terakhir di sepanjang hari ini telah tiba di waktu asry, tepat di waktu Ashar yang sudah mengumandangkan gema adzhan. Sebuah adzhan yang mengumpulkan semua jiwa yang tengah merindukan cinta sejatinya. Cinta yang mendamaikan dan membawa keabadian ketka telah bersamaNya.
Seusainya insan dan jiwa yang kesepian itu menemui cinta sejatinya, bergilirlah mereka menuju sebuah singgasana yang mana disana telah terduduk dengan tawaduknya seorang yang diutamakan disisiNya dan istimewa untuk semua kalangan jiwa beriman. Sang pembawa cahaya bagaikan mentari yang dengan sabar dan penuh semangat untuk membagikan secercah cahayanya untuk kebaikan seluruh kehidupan manusia. Sama dengan sebuah surya yang selalu menyinari seluruh permukaan bumi agar tetap berjalan kehidupan bumi sebagaimana sistem dan kodrat yang semestinya dan tidak punah, maka sang pembawa cahaya itu pun menebar seberkas sinar yang dimilikinya untuk menerangi jalan kehidupan umat manusia agar mereka tidak salah menempuh jalan pulang.
Di singgasana itulah seluruh jiwa beriman merapatkan barisannya untuk menerima secercah cahaya yang diberikan sang mentari yang menyapa pagi. Disitulah mentari itu menyampaikan dan menegaskan apa yang seharusnya tanaman itu dapatkan dan lakukan.  Sore itu begitu teduh dan membawa sebuah kedamaian. Cahaya kebenaran itu memancarkan sebuah nilai yang sangat berharga. Cahaya tentang kebenaran sang kala. Sang kala atau yang bahasa awamnya banyak dikenal dengan istilah waktu itulah yang disampaiakan cahaya itu.
Waktu, dalam alquran tak sedikit disebut oleh yang menurunkannya, pemilik alam semesta, Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan telah berfirman dengan banyak bersumpah atas apa yang menjadi perihal penting yang ditekankan untuk makhlukNya. Salah satunya adalah sumpah Tuhan terhadap waktu (DEMI MASA/WAL ASHR). Tuhan telah menyebut waktu, waktu dan waktu dengan kadar yang tiada sedikit. Kenapa demikian? Ada beberapa hal yang ingin ditekankan oleh sang pemilik alam semesta akan waktu yang kita kenal. Ia hendak menyampaikan, memeringatkan dan memberitahukan bahwasannya waktu yang telah Ia berikan untuk seluruh makhlukNya, terkhusus manusia adalah tiada sedikit. Waktu yang disediakan Tuhan sangat banyak dan tidak bisa kita pastikan secara riil tepatnya berapa. Batapa lama dan banyaknya waktu yang diberikan Tuhan selama sehari semalam yang mana disiangnya untuk beraktivitas dan dimalamnya untuk beristirahat. sehari semalan saja dalam perhitungan waktu kita bisa kita hitung bahwasannya dalam sehari semalam kita memiliki 86.400 detik. Coba saja berapa digit angka yang bisa kita tuliskan untuk menghitung waktu dalam sebulan, setahun atau bahkan seumur hidup kita. Itulah betapa banyaknya waktu yang diberikan Tuhan untuk kita berbuat sesuka kehendak kita namun harus tetap terjaga, maksudnya bertindak sebagaimana yang diharapkan oleh sang pemilik alam semesta yang telah menciptakan kita.
Alsan kedua mengapa Tuhan mengucapkan sumpah terhadap waktu adalah karena waktu itu banyak namun ia tidak juga banyak. Maksudya adalah betapa sedikitnya waktu yang kita miliki. Sebagai contah, dalam sehari semalam yang kita semua tahu bahwa kita memiliki 86.400 detik tersebut begitu cepat kita habiskan dan kita lewati hari demi hari. Tanpa terasa begitu lama kita melewati gelombang dan zona waktu yang tidak berwujud tersebut membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, sepuluh tahun yang lalu mungkin kita baru lahir dari rahim ibu dan tidak tahu apa-apa, namun sepuluh tahun yang akan datang kita menghadapi banyak problema kehidupan, entah itu problema untuk mengenyam pendidikan ataupun juga ada yang sudah mengarungi problema keluarga dn rumah tangga. Dalam digit angka 20 yang satuannya adalah tahun itu kita sudah menjadi generasi berkarya/generasi pelaku kehidupan yang beradap maupun tidak beradap(hal ini tergantung bagaimana kita memilih jalan hidup), bukan lagi generasi penerus yang wajib dilindungi dan dituntun oleh generasi sebelumnya. Pada saat digit menginjak 20-an itulah kita mnjadi pelaku yang mencetak dan membentuk nilai dan peradaban. Kita yang menjadi pelindung dan penuntun generasi berikutnya untuk meneruskan keberadababan/kebiadaban pada hari ini. Tak teasa betapa hebatnya dan kerasnya perjuangan dan karya-karya yang kita upayakan waktu menggiring kita melihat pertambahan menuju digit angka 30. Penambahan digit 30 itu mungkin tidak akan terlalu terasa karena kesibukan kita dengan karya-karya yang kita upayakan, namun setelah digit angka total 50-an barulah kita menyadari kita menjadi geerasi yang tergantikan. Tanpa terasa dunia telah berubah dan kita pun telah menghabiskan banyak waktu tanpa kita merasakan betapa lamanya. Dalam hal ini Tuhan ingin memberitahukan bahwasannya waktu yang sangat banyak yang telah disediakannya untuk makhlukNya itu banyak namun sedikit/ada masa kedaluwarsanya/ada batasnya/ada habisnya. Karenanya waktu adalah sesuatu yang berharga dan ghoib.
Alasan berikutnya adalah Tuhan bersumpah terhadap waktu karena Ia ingin menegaskan bahwasannya waktu itu tidak pernah berhenti dan terus berjalan tanpa ada batasnya. Dalam hal ini waktu bagaikan air yang mengalir dalam parit tanpa ada ujungnya. Waktu terus berjalan. Ia berjalan kedepan bukan mundur kebelakang. Waktu juga tidak memiliki rem yang bisa membuatnya berhenti. Waktu berkelanjutan. Disini Tuhan ingin menegaskan bahwa memang benar waktu yag diberikan/diciptakannya sangat banyak, ada batasnya, namun juga tidak berhenti. Waktu tidak berhenti, semua yang telah ia lewati akan menjadi cerita/masa lalu yang tidak akan pernah terulang kembali/berjalan kembali. Satu detik yang lalu, satu menit yang lalu, satu jam yang lalu atau satu apapun yang lalu tidak akan pernah kita temui lagi. Ia akan menjauh semakin jauh dan semakin jauh dari keberadaan kita saat ini. Namun berbeda dengan satu detik yang akan datang, satu menit yang akan datang, satu jam yang akan datang atau satu apapunn yang akan datang pasti akan kita temui dan kita lewati serta setelah kita bertemu dan lewat kita tidak akan pernah bertemu dan lewat lagi, sama seperti yang sebelumnya ia akan semakin jauh dan menjauh dari keberadaan kita. Begitulah penting dan berharganya waktu. Ia lebih berharga dari harta apapun di dunia ini. Waktu adalah hal yang lebih berharga dari emas, lebih berharga dari berlian, lebih berharga daripada jabatan, lebih berharga dari kedudukan, lebih berharga dari pangkat dan lebih berharga dari apapun yang ada pada kita.
Karenanya selagi waktumu masih ada manfaatkan sebaik-baiknya. Gunakan untuk berbuat baik pada siapapun dan pada apapun. Waktu terus berjalan, tidak berputar kembali dan tidak pula punya rem. Biarknlah waktu yang sudsh engkau lewati, namun jangan pernah lengah dengan waktumu yang akan datang. Lupakanlah/ikhlaskanlah masa lalumu dan pikirkan serta perjuangkan masadepanmu/waktu yang akan datang menemuimu. Tetaplah ingat bahwasannya ajal akan datang bersamaan waktu yang akan datang, namun tiada satupun diantara kita yang tahu akan datang bersama dengan waktu yang mana. Itulah salah satu hal yang menjadi rahasia Tuhan pada seluruh makhluknya. Waktu adalah perkara ghoib yang hanya Tuhan sematalah yang mengetahui seluruhnya.
Semoga bermanfaat:)